Hanya Mimpi
Andai ku mampu membawamu terbang ke angkasa
Melanglang buana bahagia merdeka bersama
Andai ku bisa mengajakmu arungi luas samudera
Menantang gelombang hempaskan ketepian
Andai ku dapat mendampingimu
Mendaki gunung terjal tinggi beribu
Menggapai asa dan cita bersatu
Raih impian seindah pelangi
Gapai kejora rangkul purnama
Tapi aku hanya punya mimpi
Yang tak mungkin jadi nyata
Terbentang tembok diantara kita
Inilah fakta yang harus diterima
Dirimu hadir buatku bahagia
Meski dalam khayal belaka
Indah laksana fatamorgana
Kadang pilu menerpa
Kala ku dengar laramu menerpa
Hanya untaian kata dan doa
Yang mampu ku beri agar kau terima
Semoga kau bahagia selamanya
Kamis, 28 Februari 2019
Selasa, 12 Februari 2019
Puisi Cita Dara Kelana
Sahabat
di jelang senja
Karya : Ecih
Mungkin aku terlalu bodoh tuk memaknai diammu
Andai tak pernah kulihat sinarmu
Mampu hangatkan relung kalbuku
Hadirmu bangkitkan gairah hidupku
Meski sesaat kau tengok aku dalam ibamu
Ku tak pinta jumpa dan sapamu
Tapi sang waktu membawaku ke singgasanamu
Bertahta karena kuasamu mampu luluhkan rinduku
Perlahan ku selami lorong – lorong hatimu
Adakah satu ruang tertera namaku
Terlukis seindah namamu didinding kamar hatiku
Meski tak untuk di miliki tapi cukup dikenangkan
Sahabat di jelang senja ku temukan tak akan
terlupakan
Jumat, 08 Februari 2019
Puisi Cinta Dara Kelana
Pagi ku
Pagi ajaklah aku beranjak dari peraduan pilu
Cairkan kebekuan selimutku dengan mentarimu
Berilah kehangatan meski harus sirnakan embun
Ku yakin ilalang tak akan tega biarkan ranting dan daun
Merangas di senja fatamorgana
Berilah waktu tuk gapai segala asa
Yang belum sempat berdendang di cakrawala
Menari bersama kejora bercengkrama
Bercanda tertawa ria dalam peluk purnama
Biarkan kunikmati indahnya pelangi
Sejuknya tatapan sang bayu meski tak kumiliki
Harumnya melati ditaman hati
Buaian angin rindu hempaskan kedukaan
Pagi ajaklah aku beranjak dari peraduan pilu
Cairkan kebekuan selimutku dengan mentarimu
Berilah kehangatan meski harus sirnakan embun
Ku yakin ilalang tak akan tega biarkan ranting dan daun
Merangas di senja fatamorgana
Berilah waktu tuk gapai segala asa
Yang belum sempat berdendang di cakrawala
Menari bersama kejora bercengkrama
Bercanda tertawa ria dalam peluk purnama
Biarkan kunikmati indahnya pelangi
Sejuknya tatapan sang bayu meski tak kumiliki
Harumnya melati ditaman hati
Buaian angin rindu hempaskan kedukaan
Senin, 04 Februari 2019
Puisi cinta Dara Kelana
Sang Petualang
Karya :
Ecih
Sayapmu indah terbang kesana kemari
Kau tebar pesona di angkasa menari
Nyanyianmu merdu mampu membius sukma
Jubahmu megah berkilau bak permata
Kokoh cakarmu seolah kau mampu peluk dunia
Dengan keangkuhanmu kau ingin miliki segalanya
Kau maha tau rambu – rambu jalan kehidupan
Ajari kupu terbang melanglang buana gapai bintang
Arungi samudera hadapi ganas gelombang
Tapi dibalik keelokan rupamu tersimpan kerisauan
Gelisah menyelimuti hari di malam dan siang
Kebimbangan hiasi langkah hingga peraduan
Kau ungkapkan pada ilalang yang tak berpetualang
Kau kabarkan pada budak tak bertuan
Tak guna kau tebar berita pada dunia
Simpan saja gundahmu dikotak masa lalu
Buanglah kesombonganmu pada angin yang berlalu
Buka lembaran hidup dengan semangat
baru
Menyongsong masa depan secerah langit biru
Jumat, 01 Februari 2019
Puisi Cinta Dara Kelana
Cinta itu . . . .
Karya : Ecih
Cinta itu
kenyamanan hadirkan kebahagiaan
Ketika resah
menyelimuti membungkus gundah
Mengarungi
lautan rasa bersalah
Mendaki gunung
gelisah
Cinta itu
ketulusan ketika memberi tak ingin kembali
Berkasih tak
berpilih menerima tak meminta
Mengerti tak
menghiba dimaklumi
Menghargai tak
mengemis dihormati
Cinta itu dukungan
dipersembahkan dengan segenap perasaan
Ketika kabut
kebimbangan hadir mencekam
Halangi
pandangan sirnakan keyakinan
Membangun
setumpuk harapan tuk meraih masa depan
Keinginan
Karya : EcihKu ingin kau jadi lilin
Beriku cahaya meski sepercik
Terangi
gelapku agar tak lagi pilu
Tuntun
langkahku tuk terus maju
Meniti
jalan terjal berliku
Ku
ingin kau jadi embun
Beriku
setetes kesejukkan
Hapuskan
dahaga sirnakan kerontang
Agar
tak ada lagi kemarau panjang
Meronta
merangas sukma telanjang
Ku
ingin kau jadi oksigen
Beriku udara lapang
Agar
tak lagi sesak malanda menerjang
Aliri
tiap relung jalan darahku dengan kesejukkan
Agar
ku mampu bertahan dalam keterikkan
Langganan:
Komentar (Atom)